Pages

Sabtu, 25 Juni 2011

Perubahan Cuaca Akibat Global Warming



Akibat pemanasan global juga mempengaruhi perubahan cuaca. Pernah merasakan, pada saat panas yang sangat menyengat kulit, eh tiba-tiba turun hujan deras. Begitu pula sebaliknya. Dan, pada tahun 2010, setiap bulan rasanya hujan terus, kapan kemaraunya?



Mungkin kita kebanyakan tidak terlalu peduli dengan perubahan cuaca yang terlalu cepat seperti ini. Tapi, bagaimana dengan para petani dan peternak?

Coba deh, petani kan biasanya menanam padi saat awal musim hujan, dan memanennya saat hujan mulai jarang, kira-kira durasinya 4 bulan. Nah, kalau selama 4 bulan itu hujan terus? Nggak datang-datang musim kemarau? Wih, bisa gagal panen. Begitu pula sebaliknya, jika yang datang hanya kemarau, padi kan jadi nggak bisa tumbuh.

Musim hujan terus menerus juga merepotkan para peternak. Musim hujan membuat kandang binatang menjadi lembab, dan tumbuhlah jamur. Kalau jamurnya sedikit, tidak terlalu masalah. Tapi, jika jamurnya dalam populasi yang cukup banyak, itu sangat membahayakan. Tidak hanya berbahaya untuk para peternak, tetapi juga sangat membahayakan konsumen

Wah wah, kalau gitu, gimana caranya kita memenuhi kebutuhan hidup? Bisa terancam kelaparan nih...

Tak hanya itu saja, cuaca yang berubah-ubah terlalu cepat juga bisa mengakibatkan pelapukan. Dan yang paling parah adalah, hewan-hewan dan tumbuhan akan terancam punah. Masih ingat mengapa dinosaurus bisa punah? Itu karena dinosaurus tidak bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.

Wah, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?

Satu-satunya cara hanyalah dengan memulai diri untuk mencintai lingkungan. Kita harus sadar sendiri bahwa kita sangat membutuhkan lingkungan, dan hanya kitalah yang bisa menyelamatkannya. Siap untuk menyelamatkan lingkungan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar