Pages

Sabtu, 25 Juni 2011

Menjadi Kesatria Hijau




Sekarang ini yang namanya Global Warming memang sangat terkanal membahayakan. Semua negara berlomba-lomba untuk menanggulanginya. Sebelum jadi Kesatria Hijau, tentunya kita harus tau dong apa itu global warming, bahayanya, dan cara menanggulanginya.



Global warming disebabkan oleh polusi udara yang diakibatkan oleh karbonmonoksida yang dihasilkan oleh asap pabrik dan kendaraan bermotor. Jadi, kita harus mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Usahakan kita harus berjalan kaki atau mengendarain sepeda gayung jika pergi ke tempat yang dekat. Hitung-hitung olah raga kan!

Dan, usahakan menghemat penggunaan plastik. Plastik memerlukan waktu berjuta-juta tahun untuk terurai, dan jika dibakar sangat merusak atmosfir. Pokoknya plastik selain berguna, juga sangat membahayakan bumi. Jadi upayakan untuk menghemat penggunaan plastik dengan cara menggunakan plastik berulang-ulang, atau menggantinya dengan tas atau kardus.

"Ganti tas kresek dengan kardus" Hemat plastik! :D


Daur ulang plastik jadi tas, bagus juga kan?!

Kita juga harus menanam tumbuh-tumbuhan di pekarangan rumah, seperti bunga, rumput hias, atau yang lainnya. Itu akan membuat halaman tampak asri dan segar. Satu pohon dapat memberikan oksigen untuk dua orang lho! Jadi, kalau anggota keluargamu ada 4 orang, setidaknya minimal harus ada 2 pohon ya!

Tuh, banyak pohon dirumahku. Gimana dengan rumah kalian?

Masih banyak lagi hal-hal yang kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini. Walaupun kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya lumayan susah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, kita harus berusaha, karena hanya kepedulian kita yang dapat menyelamatkan bumi. Pikir deh, siapa lagi yang bisa mencegah pemanasan global selain kita manusia? Jika kita yang memulai, kita pun yang harus menyelesaikannya, kan?

Sebaiknya kita harus menirukan orang Jepang. Orang-orang di negeri matahari terbit ini sangat mencintai lingkungan. Mereka belajar dari nenek moyang, bahwa manusia sangat bergantung pada alam. Jika alam rusak, bagaimana manusia bisa hidup?

Nah, orang Jepang tidak pernah membuang sampah sembarangan, dan itu tanpa paksaan lho! Sampah-sampah juga dipilah dan di daur ulang. Mereka juga menghiasi halaman rumah mereka dengan batu, bukan semen. Dengan begitu, air akan mudah masuk ke tanah. Selain itu, mereka juga selalu berjalan kaki atau bersepeda jika berpergian, dan mereka menanam pohon dengan holtikultura. Mereka juga sering menggunakan Furoshiki jika berbelanja. Furoshiki adalah tas tradisional Jepang, yang berupa kain. Kita bisa membungkus barang-barang dengan furoshiki misalnya saat belanja, dan sangat menghemat plastik.
Mau belanja pakai Furoshiki juga? Boleh boleh! :)

Hmm... Sebenarnya kita sebagai bangsa Indonesia juga sudah berusaha untuk menjaga lingkungan lho! Apa itu? Kalau beli bakso, kalian selalu membawa piring sendiri dari rumah kan? Nah, itu juga termasuk hemat plastik lho! Hahaha :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar